Skip to content

Gelar Seminar Akademik, UT Samarinda Siapkan Lulusan yang Berintegritas di Era AI

Samarinda, 19 September 2026 — UT Samarinda menyelenggarakan Seminar Akademik sebagai bagian dari rangkaian Wisuda UT Samarinda Tahun 2026 Periode II. Mengusung tema “Lulusan Adaptif di Era Artificial Intelligence: Berkarya, Berinovasi, dan Tetap Berintegritas, kegiatan berlangsung di Convention Hall Sempaja Samarinda, Sabtu (19/9).

Seminar menghadirkan Prof. Maximus Gorky Sembiring, sebagai narasumber dan diikuti oleh 1.087 mahasiswa dari total 1.688 lulusan UT Samarinda pada periode tersebut. Kegiatan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UT Samarinda, civitas akademika, para mitra dan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) se-Kalimantan Timur, serta Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA UT).

Direktur UT Samarinda, Rusna Ristasa dalam opening speech sekaligus pembukaan seminar menyampaikan bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak cukup dijawab dengan kepemilikan ijazah. Lulusan perlu memiliki kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, serta karakter yang kuat.

“Karena itu, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka dituntut menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan memiliki karakter yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, terutama di era AI,” ungkap Rusna.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Gorky dalam paparannya mengajak para lulusan untuk melihat perkembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari perubahan dunia yang perlu direspons secara adaptif. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu berpikir, mitra kerja, penguat produktivitas, serta pemicu inovasi, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali dalam penggunaannya.

Menurut Prof. Gorky, lulusan adaptif bukan berarti sekadar mengikuti setiap perubahan, melainkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Untuk menghadapi era AI, lulusan perlu mengembangkan learning agility, literasi digital dan AI, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan manusiawi seperti komunikasi, empati, kolaborasi, dan kepemimpinan. Seluruh kompetensi tersebut perlu ditopang oleh integritas.

Dalam seminar tersebut, Prof. Gorky menegaskan bahwa wisuda bukan merupakan akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi lulusan untuk menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Dunia setelah wisuda akan menuntut lulusan untuk menunjukkan apa yang dapat dilakukan, persoalan yang mampu diselesaikan, nilai yang dapat diciptakan, serta kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Lulusan juga didorong untuk mengembangkan orientasi dari job seeker menjadi problem solver, creator, innovator, hingga impact maker. Dengan demikian, lulusan tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai, membuka peluang, dan berkontribusi dalam penyelesaian persoalan di masyarakat.

Prof. Gorky menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Inovasi juga dapat dilakukan dengan menjadikan sesuatu lebih baik, lebih relevan, lebih efektif, lebih sederhana, atau lebih bermakna. Proses tersebut dapat dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menghasilkan ide, menghadirkan solusi, menciptakan nilai, hingga menghasilkan dampak.

Para lulusan UT Samarinda juga diajak untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar, seperti bidang pendidikan, UMKM, lingkungan, pelayanan publik, generasi muda, digitalisasi, dan ekonomi masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki lulusan kemudian dapat dipadukan dengan pemanfaatan AI untuk membantu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan tersebut.

Di tengah semakin luasnya kemampuan AI, aspek integritas menjadi perhatian penting dalam materi seminar. AI dapat membantu menghasilkan tulisan, gambar, video, analisis, program, presentasi, maupun ide. Namun, teknologi tidak secara otomatis menentukan apakah hasil tersebut benar, baik, adil, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, Prof. Gorky mengajak peserta menerapkan lima pertanyaan sebelum menggunakan AI, yaitu: Benarkah? Baikkah? Bermanfaatkah? Adilkah? dan Bisakah dipertanggungjawabkan? Lima pertanyaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap berada dalam koridor tanggung jawab dan integritas.

Pemanfaatan AI juga dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila dan religiositas. Materi seminar menekankan bahwa AI memberikan kemampuan, manusia menentukan tujuan, nilai memastikan batasan, dan integritas memuliakan tindakan. Dengan demikian, perkembangan teknologi perlu berjalan bersama kemampuan manusia dan nilai yang menjadi landasan dalam penggunaannya.

Seminar berlangsung secara komunikatif dan interaktif. Mahasiswa aktif mengikuti pemaparan serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendalami materi yang disampaikan oleh narasumber. Diskusi yang berlangsung menjadi ruang bagi peserta untuk mengaitkan perkembangan AI dengan tantangan dan peluang yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam materi seminar, peserta diarahkan agar tidak berhenti pada pemahaman mengenai AI, tetapi memiliki AI mindset, literasi AI, innovation mindset, kompas integritas, serta rencana tindakan konkret setelah wisuda. Dengan demikian, lulusan UT diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta nilai.

Selain seminar akademik, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UT Samarinda. Pemberian beasiswa tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi mahasiswa sekaligus dukungan untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Pada bagian akhir pemaparan, Prof. Gorky menyampaikan tujuh langkah yang dapat diterapkan lulusan setelah wisuda, yakni keep learning, know AI, think critically, create, innovate, integrity, dan make an impact. Ketujuh langkah tersebut diarahkan agar lulusan terus belajar, mampu memanfaatkan AI secara cerdas, menghasilkan karya, melakukan inovasi, menjaga prinsip, serta memastikan ilmu yang dimiliki memberikan manfaat.

Melalui seminar akademik ini, UT Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lulusan agar mampu merespons perkembangan teknologi secara adaptif, menghasilkan karya dan inovasi, serta tetap menjadikan integritas sebagai landasan dalam pemanfaatan teknologi. (rxi-ut50)